Tampilkan postingan dengan label melayu. Tampilkan semua postingan

gravatar

Dialek luar Indonesia


Dialek-dialek bahasa Melayu di Malaysia adalah seperti berikut:
  • Dialek Utara (Kedah, Perlis, Penang & Perak Utara) : dituturkan di negara bagian Kedah, Pulau Pinang, Perlis dan bagian utara negara bagian Perak. Terbahagi kepada beberapa sub-dialek seperti Perlis, Pulau Pinang, Kedah Utara dan Kedah Hilir. Dialek yang dituturkan oleh penduduk di Kedah Timur menampakkan banyak persamaan dengan dialek Kelantan dan Pattani, dialek ini dikenali sebagai dialek Kedah Hulu.

gravatar

Bahasa kerabat Melayu


"Bahasa kerabat" adalah bahasa-bahasa lain yang serupa dengan Bahasa Melayu, namun masih ada perbedaan pendapat mengenai soal itu. Mereka adalah

  1. Bahasa Minangkabau (min) di Sumatera Barat
  2. Bahasa Banjar (bjn) di Kalimantan Selatan
  3. Bahasa Kedayan (kxd) (Suku Kedayan) di Brunei, Sarawak
  4. Dialek Melayu Kedah (meo) (Melayu Satun)
  5. Dialek Melayu Pulau Kokos (coa)
  6. Dialek Melayu Pattani (mfa)
  7. Dialek Melayu Sabah (msi)
  8. Dialek Melayu Bukit(Bahasa Bukit) (bvu) (Suku Dayak Bukit) di Kalimantan Selatan
  9. Bahasa Serawai (srj) di Bengkulu
  10. Bahasa Rejang (rej) di Rejang Lebong, Bengkulu
  11. Bahasa Lebong di Lebong, Bengkulu
  12. Bahasa Rawas (rws) di Musi Rawas, Sumatera Selatan
  13. Bahasa Penesak (pen) di Prabumulih, Sumatera Selatan
  14. Bahasa Komering di Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan
  15. Bahasa Enim (eni)
  16. Bahasa Musi (mui)
  17. Bahasa Kaur (vkk)
  18. Bahasa Kerinci/(Kerinci-Sakai-Talang Mamak)(vkr)
  19. Bahasa Kubu (kvb)
  20. Bahasa Lematang (lmt)
  21. Bahasa Lembak (liw)
  22. Bahasa Lintang (lnt)
  23. Bahasa Lubu (lcf)
  24. Bahasa Loncong/Orang Laut (lce)
  25. Bahasa Sindang Kelingi (sdi)
  26. Bahasa Semendo (sdd)
  27. Bahasa Rawas (rws)
  28. Bahasa Ogan (ogn)di Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan
  29. Bahasa Pasemah ( pse) di Sumatera Selatan
  30. Bahasa Suku Batin [sbv] di Jambi
  31. Bahasa Kutai di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
    1. Dialek Tenggarong - Melayu Kutai (vkt)
    2. Dialek Kota Bangun - Melayu Kutai (mqg)




      Sumber : Wikipedia

gravatar

Dialek Melayu Indonesia


  • Dialek Tamiang : dituturkan di kabupaten Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam
  • Dialek Langkat : dituturkan di kawasan Langkat, Sumatera Utara
  • Dialek Deli : dituturkan di Medan, Deli Serdang dan Serdang Bedagai
  • Dialek Asahan : dituturkan di sepanjang wilayah pesisir kabupaten Asahan
  • Dialek Kualuh : dituturkan di sepanjang wilayah aliran hulu sampai hilir sungai Kualuh kabupaten Labuhanbatu Utara
  • Dialek Bilah : dituturkan di sepanjang wilayah hilir aliran sungai Bilah kabupaten Labuhanbatu
  • Dialek Panai : dituturkan di sepanjang wilayah hilir aliran sungai Barumun kabupaten Labuhanbatu
  • Dialek Kotapinang : dituturkan di sepanjang wilayah aliran sungai Barumun kabupaten Labuhanbatu Selatan
  • Dialek Melayu Riau : dituturkan di kawasan Kepulauan Riau
  • Dialek Melayu Riau Daratan : terbagi atas beberapa dialek lainnya tergantung wilayah (Siak, Rokan, Inderagiri, Kuantan)
  • Dialek Anak Dalam : kemungkinan termasuk kelompok Kubu, Talang Mamak di kawasan Riau dan Jambi
  • Dialek Melayu Jambi : dituturkan di provinsi Jambi
  • Dialek Melayu Bengkulu : dituturkan di kota Bengkulu
  • Dialek Melayu Palembang : dituturkan di kota Palembang dan Kota Muara Enim dan sekitarnya
  • Dialek Bangka-Belitung : dituturkan di provinsi Bangka-Belitung
  • Dialek Pontianak : dituturkan di kabupaten Pontianak dan kota Pontianak, Kalimantan Barat
  • Dialek Landak : kabupaten Landak dan sekitarnya, Kalimantan Barat
  • Dialek Sambas : dituturkan di kabupaten Sambas dan sekitarnya,Kalimantan Barat
  • Dialek Ketapang : dituturkan di kabupaten Ketapang dan sekitarnya, Kalimantan Barat.
  • Dialek Berau : dituturkan di kabupaten Berau dan sekitarnya, Kalimantan Timur
  • Dialek Kutai : dipakai di kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur
  • Dialek Loloan : dituturkan di kota Negara, Jembrana, Bali.
Dialek Riau Kepulauan dan beberapa kawasan di Riau Daratan dituturkan sama seperti Dialek Johor.

gravatar

Varian-varian bahasa Melayu


Bahasa Melayu sangat bervariasi. Penyebab yang utama adalah tidak adanya institusi yang memiliki kekuatan untuk mengatur pembakuannya. Kerajaan-kerajaan Melayu hanya memiliki kekuatan regulasi sebatas wilayah kekuasaannya, padahal bahasa Melayu dipakai oleh orang-orang jauh di luar batas kekuasaan mereka. Akibatnya muncul berbagai dialek (geografis) maupun sosiolek (dialek sosial). Pemakaian bahasa ini oleh masyarakat berlatar belakang etnik lain juga memunculkan berbagai varian kreol di mana-mana, yang masih dipakai hingga sekarang. Bahasa Betawi, suatu bentuk kreol, bahkan sekarang mulai mempengaruhi secara kuat bahasa Indonesia akibat penggunaannya oleh kalangan muda Jakarta dan dipakai secara meluas di program-program hiburan televisi nasional.
Ada kesulitan dalam mengelompokkan bahasa-bahasa Melayu. Sebagaimana beberapa bahasa di Nusantara, tidak ada batas tegas antara satu varian dengan varian lain yang penuturnya bersebelahan secara geografis. Perubahan dialek seringkali bersifat bertahap. Untuk kemudahan, biasanya dilakukan pengelompokan varian sebagai berikut:
  1. Bahasa-bahasa Melayu Tempatan (Lokal)
  2. Bahasa-bahasa Melayu Kerabat (Paramelayu, Paramalay = Melayu "tidak penuh")
  3. Bahasa-bahasa kreol (bukan suku/penduduk melayu) berdasarkan bahasa Melayu
Jumlah penutur bahasa Melayu di Indonesia sangat banyak, bahkan dari segi jumlah melampaui jumlah penutur bahasa Melayu di Malaysia maupun di Brunei Darussalam. Bahasa Melayu dituturkan mulai sepanjang pantai timur Sumatera, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu hingga pesisir Pulau Borneo dan kota Negara, Bali


Sumber : wikipedia

gravatar

Tanah asal-usul penutur bahasa Melayu


Ada tiga teori yang dikemukakan tentang asal-usul penutur bahasa Melayu (atau bentuk awalnya sebagai anggota bahasa-bahasa Dayak Malayik) Kern (1888) beranggapan bahwa tanah asal penutur adalah dari Semenanjung Malaya dan menolak Borneo sebagai tanah asal. Teori ini sempat diterima cukup lama (karena sejalan dengan teori migrasi dari Asia Tenggara daratan) hingga akhirnya pada akhir abad ke-20 bukti-bukti linguistik dan sejarah menyangkal hal ini (Adelaar, 1988; Belwood, 1993) dan teori asal dari Sumatera yang menguat, berdasarkan bukti-bukti tulisan. Hudson (1970) melontarkan teori asal dari Kalimantan, berdasarkan kemiripan bahasa Dayak Malayik (dituturkan orang-orang Dayak berbahasa Melayu) dengan bahasa Melayu Kuna, penuturnya yang hidup di pedalaman, dan karakter kosa kata yang konservatif.

Sumber: wikipedia

gravatar

Bahasa Melayu


Bahasa Melayu mencakup sejumlah bahasa yang saling bermiripan yang dituturkan di wilayah Nusantara dan beberapa tempat lain. Sebagai bahasa yang luas pemakaiannya, bahasa ini menjadi bahasa resmi di Brunei, Indonesia (sebagai bahasa Indonesia), dan Malaysia (juga dikenal sebagai bahasa Malaysia); bahasa nasional Singapura; dan menjadi bahasa kerja di Timor Leste (sebagai bahasa Indonesia). Bahasa Melayu merupakan lingua franca bagi perdagangan dan hubungan politik di Nusantara pada masa pra-kolonial. Migrasi kemudian juga turut memperluas pemakaiannya. Selain di negara yang disebut sebelumnya, bahasa Melayu dituturkan pula di Afrika Selatan, Sri Lanka, Thailand selatan, Filipina selatan, Myanmar selatan, sebagian kecil Kamboja, hingga Papua Nugini. Bahasa ini juga dituturkan oleh penduduk Pulau Christmas dan Kepulauan Cocos, yang menjadi bagian Australia.
Bahasa Melayu termasuk ke dalam rumpun bahasa Austronesia dan catatan tertulis pertama dalam bahasa Melayu ditemukan di pesisir tenggara Pulau Sumatera, di wilayah yang sekarang dianggap sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya. Istilah "Melayu" sendiri berasal dari Kerajaan Malayu yang bertempat di Batang Hari, Jambi. Akibat penggunaannya yang luas, berbagai varian bahasa dan dialek Melayu berkembang di Nusantara.
sumber : wikipedia

free counters

Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.